JAKARTA - Menjelang musim mudik Lebaran 2026 pada Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Pelni mulai mematangkan strategi pelayanan transportasi laut untuk memastikan mobilitas penumpang berjalan lancar.
Fokus utama perusahaan pelat merah ini adalah mendistribusikan penumpang secara merata agar tidak menumpuk pada satu tanggal tertentu, sekaligus meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.
Sebagai bagian dari strategi ini, Pelni menghadirkan stimulus berupa potongan harga tiket sebesar 30 persen bagi penumpang yang berangkat lebih awal. Program diskon berlaku untuk keberangkatan mulai 11 Maret hingga 5 April 2026.
Langkah ini diambil untuk mendorong masyarakat melakukan perjalanan mudik lebih dini dan meminimalkan lonjakan penumpang pada periode puncak.
Stimulus Mudik Lebaran 2026 ini juga merupakan mandat dari Kementerian Perhubungan, dengan tujuan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus meringankan biaya perjalanan selama Ramadan dan hari raya.
Potongan Harga Tiket dan Kuota Terbatas
Potongan harga tiket 30 persen yang ditawarkan Pelni hanya tersedia dalam jumlah terbatas pada setiap rute keberangkatan. Masyarakat dapat membeli tiket secara daring melalui aplikasi Pelni Mobile atau datang langsung ke kantor cabang resmi untuk memastikan ketersediaan tempat duduk.
Kepala Cabang Pelni Jayapura, Nurul Azhar, menegaskan, “Ini program Kementerian Perhubungan untuk meringankan beban masyarakat yang hendak bepergian, khususnya di bulan suci Ramadan tahun ini.” Potongan harga ini diharapkan dapat menekan pengeluaran warga yang ingin merayakan hari raya di kampung halaman tanpa menambah beban biaya transportasi.
Selain itu, calon penumpang diimbau mengatur jadwal keberangkatan lebih awal dan tidak membeli tiket melalui calo agar terhindar dari penipuan. Kuota yang terbatas membuat perencanaan perjalanan menjadi penting untuk mendapatkan tempat duduk yang diinginkan.
Penambahan Armada untuk Mengantisipasi Lonjakan Penumpang
Khusus wilayah Jayapura, Pelni menambah lima kapal penumpang besar dan tiga kapal perintis guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang pada tahun sebelumnya tercatat mencapai 12.000 orang.
Penambahan armada ini dilakukan untuk memastikan pelayanan tetap optimal selama periode angkutan Lebaran 2026, yang diprediksi berlangsung mulai 6 Maret hingga 6 April, dengan titik puncak arus balik awal April.
Lonjakan keberangkatan dari Pelabuhan Jayapura diperkirakan terjadi pada 13 dan 16 Maret 2026, sesuai siklus jadwal kapal.
Penambahan armada memberikan fleksibilitas lebih bagi masyarakat untuk memilih waktu keberangkatan yang nyaman sekaligus membantu pemerintah dalam mendistribusikan arus penumpang secara merata.
Nurul Azhar menambahkan, kesiapan teknis armada menjadi prioritas utama melalui docking kapal dan pengecekan kelaikan laut secara menyeluruh sebelum musim mudik dimulai. Seluruh awak kapal telah mengikuti lokakarya keselamatan untuk menjamin prosedur evakuasi dan pelayanan darurat tetap berjalan optimal.
Kesiapan Operasional dan Keamanan
Pelni juga memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM), air tawar, serta logistik bahan makanan di atas kapal. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama KSOP Jayapura, termasuk pembentukan posko pengamanan terpadu di area pelabuhan.
Selain itu, pihak Pelni menggandeng personel TNI dan Polri untuk melakukan pengamanan selama perjalanan, baik di atas kapal maupun di area dermaga.
Pemerintah memberikan dispensasi kapasitas angkut tambahan untuk menampung potensi penumpang yang tidak terakomodasi akibat tingginya permintaan.
Langkah-langkah ini bertujuan menjaga ketertiban, kelancaran perjalanan, serta keamanan seluruh penumpang. Dengan persiapan yang komprehensif, Pelni optimistis dapat menghadirkan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Papua.
Optimisme Pelni dan Imbauan Bagi Penumpang
Dengan kombinasi potongan harga, penambahan armada, dan kesiapan operasional, Pelni menargetkan perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lancar. Nurul Azhar mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal mudik lebih awal dan membeli tiket jauh-jauh hari guna memastikan ketersediaan tempat duduk.
Pelni optimistis bahwa semua upaya ini akan membuat arus mudik lebih terkendali, sehingga tidak ada penumpukan penumpang dan seluruh masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan nyaman di kampung halaman.
Integrasi antara diskon tiket, armada tambahan, dan prosedur keselamatan diharapkan menjadi model keberhasilan transportasi laut untuk musim mudik di tahun-tahun mendatang.